Budidaya Lebah Madu Dorong Perkembangan Ekonomi Kerakyatan

 

LOMBOK UTARA-Budidaya lebah madu dapat mendorong berkembangnya sektor usaha kecil yang digeluti masyarakat untuk mewujudkan tercapainya ekonomi berbasis kerakyatan. Terbentuknya kelompok usaha kecil budidaya lebah madu sangat penting guna memacu semangat berwirausaha masyarakat. Persaingan hidup pada masa akan datang semakin berat sehingga siklus hidup perekonomian rumah tangga perlu diatur sejak dini dengan dibarengi penguatan mental masyarakat. Langkah tersebut harus dilakukan melalui proses pembinaan secara terorganisir dan berkesinambungan. Hal ini dikatakan Abdul Gani saat silaturahim dengan Kelompok Budidaya Lebah Madu Sari Alam Dasan Bangket Desa Bentek Kecamatan Gangga baru-baru ini.

Upaya pembinaan harus menyentuh sektor real masyarakat khususnya sektor ekonomi yang bisa digodok melalui wirausaha baru guna membangkitkan perekonomian masyarakat lemah dan marginal. Hingga kini, masih banyak masyarakat lapisan bawah yang hidup dibawah garis kemiskinan di Lombok Utara terutama mereka yang hidup di wilayah pedalaman dan pesisir pantai, sehingga perlu diberdayakan agar berkembang maju seperti masyarakat yang berdomisili di wilayah perkotaan.

Wakil rakyat KLU asal partai PKB ini juga mengatakan, “peluang pengembangan budidaya lebah madu sangat cerah di masa mendatang. Karenanya, ia mengajak kelompok setempat untuk berpikir maju bagaimana menata masa depan yang gemilang melalui usaha mandiri”.

Dikatakannya, berwirausaha dengan niat yang tulus bernilai ibadah yang dapat dilakukan lewat wadah kelompok-kelompok usaha kecil di masyarakat. Perkembangan kelompok sangat ditopang oleh tertanamnya rasa senasib sepenanggungan antar sesama anggota. “Mari kita bangun ekonomi kita dengan tekad yang bulat. Tumbuhkan kebiasaan gotong royong antar anggota,” himbaunya pada puluhan anggota pembudidaya lebah madu setempat.

Disamping itu, usaha budidaya lebah madu harus dikelola dengan manajemen yang baik agar bisa berkembang sesuai harapan. Langkah awal pengelolaan kelompok, menurut pria berkumis ini, adalah penguatan emosional anggota kelompok mengingat sektor usaha akan berkembang dengan baik jika dilandasisi oleh rasa kekompakan antar anggota dalam kelompok. Apalagi, tambah sekjen Dewan Syuro PKB KLU ini, prospektus peluang pasar  madu alami sangat cerah dan menjanjikan di pangsa pasar lokal maupun nasional. Ia berharap potensi yang dimiliki masyarakat setempat dan dayan gunung umumnya tidak sia-sia. “Mari kita bangun ekonomi rumah tangga kita secara mandiri. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di daerah sendiri, tapi harus jadi pemain. Kita punya potensi luar biasa, tinggal bagaimana mengelolanya secara maksimal sehingga berhasil optimal,” harapnya pada seluruh anggota lebah madu setempat.

Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Lebah Madu Sari Alam Dasan Bangket, Nasrun, mengatakan bahwa penyebab kelompoknya belum berkembang hingga kini karena tak ada pihak yang membina baik pemerintah maupun pihak terkait lainnya. Kendala utama mereka, menurut pria bermata sipit ini ialah minimnya modal dan rendahnya mutu SDM kelompok. Untuk kelompoknya siap dibina oleh Lakpesdam Nahdlatul Ulama Lombok Utara, sambil berharap kelompok berkembang pesat di masa mendatang.
Acara ramah tamah tersebut diakhiri dengan menyerahan kotak lebah secara simbolis kepada ketua kelompok pembudidaya lebah setempat.

Posted on 25 Maret 2012, in BERITA, EKONOMI. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: