Obesitas Perbesar Risiko Berhenti Bernafas Saat Tidur

Obesitas
Obesitas Perbesar Risiko Berhenti Bernafas Saat Tidur
Tak sedikit orang yang percaya pemilik berat badan berlebih atau obesitas kerap dihinggapi banyak penyakit. Ternyata anggapan itu ada benarnya. Pasalnya, obesitas ternyata bisa meningkatkan risiko Obstrutuktive Sleep Apnea (OSA) bagi pada penderitanya. OSA sendiri adalah sebuah penyakit dimana terdapat potensi pernapasan berhenti selama tidur (sleep apnea).
Pakar Kesehatan Tidur, Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT mengatakan, dalam tubuh penderita obesitas terdapat timbunan lemak di sekitar leher dan rongga pernafasan. Ketika tidur timbunan lemak itu mendorong otot-otot yang memperbesar obstruksi jaringan di jalan nafas. Akibatnya frekuensi berhentinya nafas saat tidur semakin besar.
“Dalam kasus berat badan, penderita OSA banyak berasal dari kalangan barat. Mereka itukan beratnya bisa mencapai ratusan kilogram,” kata dia saat berbicara dalam acara Workshop ‘Bahaya Dibalik Mendengkur’ di Jakarta, Kamis (14/3).
Karena itu, kata Rima, perlunya menjaga berat badan guna menghindari resiko ini. Belum lagi, penyakit lain yang tengah menunggu seperti misal diabetes, jantung, dan lainnya.

Posted on 17 Maret 2012, in BERITA, KESEHATAN, LIFE STYLE, OBESITAS, TIPS. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: